Pabrikannya Yang Ngak Dewasa = Penjajah Indonesia

Sebelum ane bercerita panjang lebar..mo flashback ke masa lalu dlu..dimana tepatnya dijalan Indonesia ini masih dijajah oleh Belanda dan Jepang..sering ane denger cerita dari kakek yg pernah berjuang..dan dari guru Sd tentang cerita penjajahan di Indonesia..saat itu orang yg ngk mau nurut ama faham si penjajah langsung di bunuh tanpa ampun..entah dia itu rakyat jelata, seorang tuan tanah, seorang pejuang, seorang politis…pokoknya kalo ada yg membikin kuping penjajah panasss..langsung bunuh di tempat..beruntung sekarang Indonesia udah bebas merdeka…tapi apakah faham penjajah juga ikut pergi dari tanah air??…

Contoh Penjajah yg pernah menjajah Indonesia di jaman perjuangan

Setelah membaca artikel dari Gus Tri dan Om Benny…ane terheran2 juga ama beritanya…tentang seorang Wartawan yg di banned karena beliau bersikap kritis mengkritik sebuah pabrkan…dan beliau juga ngk dapat undangan dalam acara2 yg di selenggarakan pabrikan tersebut…dlam hati pun ane teringat kisah penjajahn di masa lampau..wah ternyata faham penjajah masih berkeliaran di negeri ini…

Sebuah pabrikan…pastilah ngk ada yg sempurna..apalagi jika cara mereka berpromosi tidak sehat..dan produk2 mereka mempunyai kualitas rendah namun di jual dengan harga tinggi…sebagai konsumen..mau gak mau kita juga beli tuh produknya..karena kita juga butuh..tapi banyak dari masyarakat Indonesia yg ngk kenal dengan seluk beluk pabrikan itu..hanya memandang brand aja..pasti dah langsung beli..ngk liat kualitasnya dan kelicikannya dalam berjualan..

Nah tugas seorang wartawan dan blogger seharusnya mencerahkan ke pada konsumen awam bahwa itu lo pabrikan A cara jualanya licik..itu lo pabrikan B Operprice barangnya..nah namun yg namanya penjajah pastinya ngk mau wibawa mereka luntur di daerah jajahannya sendiri..mereka ngk mau aib mereka kebongkar…yah mau ngk mau mereka menghabisi wartawan dan blogger yg mengkritik tersebut..kasar2annya dibunuh…wah kejam jugaa ye?…

Kalo begini..pabrikan ngk beda jauh ama penjajah..toh mereka menjajah ekonomi kita…rakyat yg seharusnya cerdas..konsumen yg seharusnya kritis malah di paksa untuk menjadi bego…dan menerima produk mereka apa adanya…padahal yg banned juga antek2 mereka..orang Indonesia yg mau bekerja dan menjilat tuan mereka…ckckckc..jaman sekarang masih aja ada Kumpeni dan anjing2nya yg membuat konsumen menjadi bodoh..ah nampaknya Indonesia belum merdeka..yuk kita berjuang..dimulai dari diri sendiri ajahh…

31 thoughts on “Pabrikannya Yang Ngak Dewasa = Penjajah Indonesia

  1. kalo menurut saya pribadi nich,..
    kalo ngga di undang yah kita ngga usah datang
    dan ngga usah memberitakan berita itu,..

    hak dia untuk ngundang dan hak kita juga untuk ngga datang (walau sudah diundang).

    habiss perkara kan,

    mirip dengan kasus kalau saya ngga di undang oleh sahabat saya pas dia nikahan, ya saya ngga datang.

    mungkin kapasitas gedung terbatas atau mungkin lupa,
    kan manusia ngga terlepas dari khilaf.

    nah mestinya kalau kita merasa lebih mengerti, yah kita seharusnya bisa memakluminya, karena orang yang beriman ngga membicarakan keburukan orang lain.

    just IMHO yah, sama sekali no offense, CMIIW

  2. walah….mungkin harus disikapi dari sudut pandang lain yah??
    kalo gak ada pabrikan yang jualan disini terus bagaimana bro??

  3. ini kata2 guru sesat yang paling gw benci.. “Indonesia itu kaya”

    KATANYA INDONESIA KAYAAA( SDAnya) ??? Tapi apa ?? Buat motor aja kga becus .. Udah merdeka paling tua eehh ..ga ada apa2nya dibanding negara laen ..
    Indonesialan

    • jangan termakan kata INDONESIA KAYA lah om….
      kita memang kaya SDA-nya tapi masa mau dieksploitasi semua kekayaan kita, ntar makin gundul gunungnya. Lebih baik kita berinovasi terus agar menghasilkan produk bermutu. Jepang dan jerman sendiri walau kaya sekarang tapi “dulunya” kan ga kaya. SDA aja mampet. jadi kalo mau maju, kita juga mesti maju. Jangan kesannya seperti terhalusinasi kaya di gubuk yang reyot.

  4. neo kolonialisme..
    dan itu akan terus terjadi sampai kapanpun, kecuali kita bisa memberdayakan potensi yang ada pada bangsa kita, tapi kapan.? ini tidak bisa dijawab hanya dengan sekedar kata2.

  5. asalkan kritiknya elegan ya enak aja, kalau di hiperbola ya sadis nooo…
    toh walau menyampaikannya dengan enak kan tetap disebut kritik pedas.
    kayak Majalah Top Gear, walau menusuk tapi kan lebih ngebanyol jadi yang dikritik ya senyum2 aja, senyum kecut gitulah… :p

      • mau dewasa atau kekanak2an, kunci penulisan seperti ini ga ngaruh mas bro. Top Gear Indo itu awalnya sopan dalam penulisannya tapi sekarang udah mulai nakal2 spt Top Gear UK. Nyindir guyonan gt lah, tapi produsennya ga masalah tuh sekalipun dia toy**a. Yang penting kan kritiknya sampai. πŸ˜›

  6. nah klo yang pabrikan yang nggaji pegawainya kecil artinya apa ?

    penjajahan bukan tuh πŸ™‚ malah lebih dasyat lagi kerja rodi…

    kasus yang wartawan simple, nda semua bisa menerima kritik…

    ATPMnya , wartawannya, blogger, komentator…:)

    Semuanya cuma manusia, wajar klo ada keberatan…

  7. Jangan vulgar bro ntar fbh aka sales ngamuk sejadi2nya ntar warungnya kobong lagi kayak warungnya om tri.
    bisa berabe urusanya.

  8. sebetulnya saya kurang setuju dengan judul artikel ini… terlalu lebay…
    kalo boleh kasih saran mending dikasih judul kayak gini….
    “yg nggak dewasa=penjajah indonesia”

  9. halah ……rak diundang atpm kok ribut……trus jelek-jlekin atpm…….misuh-misuhi atpm….
    sante aja kaleee….

    trus kalo sudah jadi bloger independend sudah jadi manusia setengah dewa
    coba aja komentar di blognya benny trus kritik si benny paling ,paling komennya gak bakalan muncul….gatheli tenan

  10. mgkn qt plu lg k jaman malari,qt bakar pabrikan2 nipon yg operpress,hhh…nasibku jd bgs indon yg sll dberi produk sampah nipon bakerooo..

  11. Tergantung kita2 juga sih..karena kurangnya rasa β€˜egoβ€˜ sbg suatu bangsa akhirnya cuman ada dua pilihan..dijajah atau terjajah

  12. sama aja kayak lapak sebelah. ane co-paste aja komen ane di blog sebelah.

    —————————-
    razman_harry (11:42:49) :

    saya setuju sama ayumi ting-ting, ni artikel masih dangkal dan malah perlu diedit abis (itu kalau saya jadi editor).

    terima kasih untuk @naruto yang co paste pendapat saya di blog sebelah.

    lebih baik kita as a commentator lebih jeli membaca blog. kalau saya baca ada pergeseran dan pengalihan opini. artinya pembaca digiring untuk tidak menyukai suatu ATPM, langsung atau tidak langsung. Ini malah bahaya. Tidak adanya pengungkapkan nama – atau inisial – wartawan yang tidak diundang serta nama – inisial – medianya dalam konteks yang ditulis Mas Tri dan Mas Ben dapat menjadi fitnah dikemudian hari. Sebisa mungkin ditulis. Memangnya semua orang tau siapakah orang yang tidak diundang itu, oleh siapa dan dalam event apa.

    Dari penelusuran saya – CMIIW – kayaknya si wartawan juga blogger. Kalau benar maka kita para pembaca sudah dijebak oleh blog untuk membenci sesuatu yang tidak perlu dibenci. Kenapa ? karna pendapat si wartawan belum tentu yang ditulis di medianya. Apa iya dia dibanned gara-gara nulis di media tempat dia kerja? Harusnya kalau begitu media nya yang dibanned dan tentu saja diketahui oleh PWI. Bisa saja si wartawan ini menulis cuma di sebuah socmed dengan akun pribadi. Nah,kalau si wartawan punya blog berarti bukan menyuarakan aspirasi media tempat dia kerja dong. Tulisannya ybs sebagai blogger alias sebagai pribadi. That’s it.

    Jangan terjebak. Alih-alih ingin pandai malah dibodohi.

    STOP PEMBODOHAN OTOMOTIF VIA BLOG!

    KRITIS ITU PERLU TAPI CERDAS DALAM KRITIK LEBIH PERLU!

    MENULIS ITU BAGUS LEBIH BAGUS LAGI MENULIS DENGAN ILMU!

    salamkritis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s